Chat Facebook

Pengertian Bangsa

- Pengertian Bangsa
Bangsa ialah sekelompok orang yang memiliki cita-cita tujuan, pengalaman, latar belakang dan sejarang yang sama (Ernest Renan).

- Unsur-unsur terbentuknya negara
1. Unsur konstitutif negara (mutlak)
# Rakyat
1. Penduduk
2. Bukan penduduk
3. Warga negara
4. Bukan warga negara

# Wilayah
1. Daratan
2. Lautan
3. Udara
4. Ekstra Teritorial

# Pemerintah yang berdaulat
1. Pemerintah berdaulat dalam arti lusa
2. Pemerintah berdaulat dalam arti sempit
2. Unsur deklaratif negara

# Adanya pengakuan dari negaran lain
1. Pengakuan de Facto (kenyataan adanya suatu negara)
2. Pengakuan de Jure (pertimbangan hukum)

# Setaip kedudukan penduduk belum tentu warga negara
# setiap kedudukan warga negara belum tentu penduduk
# perbedaan WN dan bukan WN membedakan hak dan kewajiban



Penggolongan hukum
- Berdasarkan bentuk
# Tertulis
# Tidak tertulis
- Berdasarkan waktu

# ius constitutum
# ius costiduendum
# hukum antar waktu

- Berdasarkan tempat berlakunya
# lokal
# nasional
# internasional

- Berdasarkan isi
# publik
# privat

- Berdasarkan tugas dan fungsi
# formil
# materil

- Berdasarkan sumber
# UU
# kebiasaan
# yudirisprudensi
# Tratat
# Doktrin

Tujuan / fungsi konstitusi
1) Membatasi kekuasaan pemerintah/penguasa agar tidak sewenang-wenang
2) Memberikan dasar perubahan masyarakat ke arah yang dicita-citakan
3) Sebagai landasan penyelenggara negara menurut sistem ketatanegaraan tertentu

Nilai konstitusi
1) Normatif
- Resmi diterima oleh bangsa bahwa konstitusi tidak hanya berlaku secara hukum atau legal melainkan nyata-nyata berkembang dalam masyarakat.
2) Nominal
- Maksudnya sesuai hukum yang berlaku namun tidak sempurna.
3) Semantik
- Hanya berlaku untuk kepentingan penguasa

Asas kewarganegaraan
1. Asas ius soli
- Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat kelahiran
( Inggris, Spanyol, Australia, Perancis, Jerman, AS)
2. Asas ius sanguinis
- Asas yang menentukan seseorang berdasarkan keturunan atau kewarganegaraan orangtuanya
( RRC, Indonesia, Jepang )

Bipatride ( Seorang yang memiliki 2 kewarganegaraan )
Multipatride ( Seorang yang memiliki lebih dari 2 kewarganegaraan )
Apatride ( Seorang yang tidak memiliki kewarganegaraan )


Stelsel Tindakan Hukum
1. Aktif
- Seseorang untuk mendapatkan kewarganegaraan dengan melakukan tindakan-tindakan hukum tertentu secara aktif.
? Hak Opsi ? Hak untuk memilih kewarganegaraan
2. Pasif
- Seseoang untuk mendapatkan kewarganegaraan tanpa tindakan-tindakan hukum.
? Hak Repudiasi ? Hak untuk menolak kewarganegaraan

Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. Seperti juga di Indonesia, menurut Benedict R. O’G Anderson, kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite dengan kelompok massa.
Almond dan Verba mendefinisikan budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu.

a. Rusadi Sumintapura
Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
b. Sidney Verba
Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan.
c. Alan R. Ball
Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
d. Austin Ranney
Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.
e. Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.
Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi.

Mayarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya.
Masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan Negara, yang memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat mengeluarkan aspirasi dan kepentingan publik.
CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI
Menurut Hikam ada empat ciri utama masyarakat madani, yaitu sebagai berikut :
- Kesukarelaan, artinya tidak ada paksaan, namun mempunyai komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama.
- Keswasembadaan, artinya setiap anggota mempunyai harga diri yang tinggi, kemandirian yang kuat tanpa menggantungkan pada negara, atau lembaga atau organisasi lain.
- Kemandirian tinggi terhadap negara, artinya masyarakat madani tidak tergantung pada perintah orang lain termasuk negara.
- Keterkaitan pada nilai-nilai hukum, artinya terkait pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama.

Ciri khas masyarakat madani Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Kenyataan adanya keragaman budaya Indonesia yang merupakan dasar pengembangan identitas bangsa Indonesia dan kebudayaan nasional.
b. Pentingnya saling pengertian di antara sesama anggota masyarakat.
c. Ada toleransi yang tinggi
d. Adanya kepastian hukum.


Sumber-sumber Hukum Internasional
Sumber hukum dalam arti materiil adalah sumber hukum yang membahas materi dasar yang menjadi substansi dari pembuatan hukum itu sendiri.
Sumber hukum dalam arti formal adalah sumber hukum yang membahas bentuk atau wujud nyata dari hukum itu sendiri. Dalam bentuk atau wujud apa sajakah hukum itu tampak dan berlaku. Dalam bentuk atau wujud inilah dapat ditemukan hukum yang mengatur suatu masalah tertentu.
Sumber hukum internasional dapat diartikan sebagai:
1. dasar kekuatan mengikatnya hukum internasional;
2. metode penciptaan hukum internasional;
3. tempat diketemukannya ketentuan-ketentuan hukum internasional yang dapat diterapkan pada suatu persoalan konkrit. (Burhan Tsani, 1990; 14)
Menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional, sumber-sumber hukum internasional yang dipakai oleh Mahkamah dalam mengadili perkara, adalah:
1. Perjanjian internasional (international conventions), baik yang bersifat umum, maupun khusus;
2. Kebiasaan internasional (international custom);
3. Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yang diakui oleh negara-negara beradab;
4. Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapat para ahli yang telah diakui kepakarannya, yang merupakan sumber hukum internasional tambahan. (Phartiana, 2003; 197)

Subyek Hukum Internasional
Subyek hukum internasional diartikan sebagai pemilik, pemegang atau pendukung hak dan pemikul kewajiban berdasarkan hukum internasional. Pada awal mula, dari kelahiran dan pertumbuhan hukum internasional, hanya negaralah yang dipandang sebagai subjek hukum internasional
Dewasa ini subjek-subjek hukum internasional yang diakui oleh masyarakat internasional, adalah:
1. Negara
a. penduduk yang tetap;b. wilayah tertentu; c. pemerintahan;d. kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain
2. Organisasi Internasional
3. Palang Merah Internasional
4. Tahta Suci Vatikan
5. Kaum Pemberontak / Beligerensi (belligerent)
6. Individu
7. Perusahaan Multinasional

Keadilan Komutatif (perlakuan terha-dap seseorang dengan tidak melihat jasa-jasa yang telah diberikannya.)
Keadilan Ditributif (perlakuan terha-dap seseorang sesuai dengan jasa –jasa yang telah diberikan-nya. )
Keadilan Kodrat Alam (memberi sesuatu sesuai dengan yang diberi-kan oleh orang lain kepada kita.)
Keadilan Konvensional. (jika seorang warga negara telah menaati pera-turan perundang-undangan yang telah dikeluarkan)
Keadilan Perbaikan (jika seseorang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercermar.)

Ciri-ciri keterbukaan :
• Transparan dlm proses maupun pelaksanaan kebijakan publik.
• Menjadi dasar/pedoman dalam dialog maupun berkomunikasi.
• Berterus terang dan tidak menutup-nutupi kesalahan dirinya maupun yang dilakukan orang lain.
• Tidak merahasiakan sesuatu yang berdampak pada kecurigaan orang lain.
• Bersikap hati-hati dan selektif (check and recheck) dalam menerima dan mengolah informasi dari manapun sumbernya.
• Toleransi dan tenggang rasa terhadap orang lain.
• Mau mengakui kelemahan atau kekurangan dirinya.
• Menyadari tentang keberagaman dlm berbagai bidang kehidupan
• Mau bekerja sama dan menghargai orang lain.
• Mau dan mampu menyesuaikan dengan berbagai perubahan.

0 Ulasan:

emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon
:1: :2: :3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10:
emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon
:11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :18: :19: :20:
Untuk memasukan icon² di atas, cukup memasukan kode dibawah icon tersebut misal:
:4:
ke dalam frame komentar di bawah ini.
Terimakasih, Selamat berkomentar

Silakan, Monggo Isi Komentarnya..

  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Buku Pelajaran
  • Rangkuman